Jika Anda berkunjung ke Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, satu hal yang tidak boleh dilewatkan yakni menyaksikan tradisi Midang. Tradisi Midang adalah arak-arakan pengantin yang diiringi musik tradisional seperti tanjidur, dalam prosesi pernikahan.
Tradisi ini konon mulai muncul sejak abad ke-17.
Masyarakat Kecamatan kota kayuagung Kab. OKI khususnya Morgesiwe (marga sembilan red) yang terdiri dari kelurahan Sukadana, Paku, Mangunjaya, Sidakersa, Jua-jua, Kayuagung Asli, Perigi, Kutaraya, Kedaton, Serta Cintaraja dan Tanjung Rancing melaksanakan tradisi budaya yaitu midang Morgesiwe mouli muanai (muda-mudi) mengelilingi seluruh kelurahan dengan berjalan kaki memakai pakaian adat istiadat dalam pernikahan dan berpasang pasangan layaknya seperti pengatin.
Tradisi ini konon mulai muncul sejak abad ke-17.
Masyarakat Kecamatan kota kayuagung Kab. OKI khususnya Morgesiwe (marga sembilan red) yang terdiri dari kelurahan Sukadana, Paku, Mangunjaya, Sidakersa, Jua-jua, Kayuagung Asli, Perigi, Kutaraya, Kedaton, Serta Cintaraja dan Tanjung Rancing melaksanakan tradisi budaya yaitu midang Morgesiwe mouli muanai (muda-mudi) mengelilingi seluruh kelurahan dengan berjalan kaki memakai pakaian adat istiadat dalam pernikahan dan berpasang pasangan layaknya seperti pengatin.

Midang Morgesiwe seperti ini dilaksakan pada hari raya idul fitri rabu (30/7) H+3 dan +4
Acara ini menjadi objek wisata budaya di Ogan Komering Ilir. Kabupaten yg dipimpin Bupati Iskandar SE, setiap tahun menggelar tradisi di tengah kota Kayuagung. Tradisi Midang kerap menarik minat wisatawan karena keramaian dan kentalnya budaya yang terkandung di sana. Saat digelar, acara ini melibatkan seluruh masyarakat di sana, beserta tabuhan musik khas daerah setempat.
Meriahnya Tradisi Midang Morge Siwe 2014
4/
5
Oleh
ompay